RandomScrawls
Decidedly mundane…

Tips Membawa Bayi Usia 6 Bulan Bepergian dengan Pesawat Terbang

Terbang Bersama Bayi Bisa Menyenangkan Kok

Gw sekeluarga baru aja pulang dari liburan 3 hari di Surabaya, kampung halaman ibu gw. Kalo nggak salah, dulu gw pertama kali terbang pas masih kelas 2 atau 3 SD. Kemarin, Pras terbang pertama kali pas dia umur 6 bulan 1 hari. Wheew. Beda banget yah.

Anyway, berikut ini adalah beberapa tips untuk membawa bayi naik pesawat terbang.

  1. Bawa selimut/semacamnya. Suhu di pesawat saat sudah terbang 33,000 kaki itu dingin loh. AC pesawat, terutama pesawat yang berumur masih mudah, lumayan dingin. Ini kontras banget dengan saat di ruang tunggu yang tidak terlalu dingin atau saat pesawat – terutama pada budget airlines – masih di apron, menunggu penumpang masuk, yang kadang AC-nya dimatikan. Oleh karena itu, selimut gw rasa lebih baik ketimbang pakai baju tebal/jaket. Begitu terasa dingin, langsung selimuti si anak. Nilai plus lain, bisa dibuat tudung saat harus berjalan di apron di bawah terik matahari apabila harus berjalan kaki ke pesawat dan sebagai penutup pandangan orang saat akan memberikan ASI.
  2. Siap-siap ASI atau susu botol untuk saat lepas landas dan akan mendarat. Si bayi akan senantiasa menelan, sehingga perasaan tidak enak (atau biasa disebut bindeng) di telinga tidak terlalu berpengaruh. Berikan si bayi minum saat pesawat mulai taxiing (bersiap ambil posisi di landas pacu) hingga pesawat telah stabil (biasanya di 33,000 kaki atau 10 km) dan moncong pesawat terasa tidak mendongak lagi. Kelebihan lain adalah si bayi dengan cara ini biasanya akan tertidur, sehingga lebih mudah diatur. Saat pesawat sudah terasa turun, berikan lagi minum untuk si bayi sampai pesawat touch-down di landasan. Timing seperti itu juga pas untuk menghindari pandangan liar orang lain saat akan memberikan ASI.
  3. Bawalah mainan si kecil. Untuk jaga-jaga apabila dia rewel. Trik lain adalah dengan berjalan menggendong dia di gang. Tapi, trik ini hanya cocok untuk penerbangan jarak jauh. Untuk penerbangan jarak pendek, akan merepotkan karena kita akan terhalang dan menghalangi lalu lalang para pramugari yang bekeliling mengantarkan/menjajakan makanan dan semacamnya.
  4. Jagalah kondisi kesehatan si kecil. Apabila dia flu/pilek, telinganya akan semakin sakit karena perubahan tekanan udara. Gw pernah kok terbang pas pilek. Masya Allah, sakitnya telinga itu bikin kapok. Apalagi kalau si kecil yang harus ngerasain?
  5. Mintalah pelampung dan sabuk pengaman khusus untuk infant ke pramugari. Taruh pelampung di saku kursi depan Anda. Sabuk pengaman khusus infant digunakan dengan dihubungkan ke sabuk pengaman Anda sendiri. Jadi sangkutkan sabuk pengaman Anda pada lubang/simpul yang ada di tengah sabuk pengaman infant, lalu kunci sabuk pengaman Anda tersebut seperti biasa. Selanjutnya kunci juga sabuk pengaman infant seperti biasa juga. A little note though, tidak semua airline punya infant safety belt seperti ini. AirAsia kemarin tidak punya, tapi Mandala punya.

Hope this helps. Have a safe and fun trip!

2 Responses to “Tips Membawa Bayi Usia 6 Bulan Bepergian dengan Pesawat Terbang”

  1. mbak.. mandala pke surat keterangan dokter anak gag??? saya juga mau terbang sma bayi saya usia 6bulan juga…. thx yaaa

    • @ putcie:
      Lhooo kok, Mbak. Hehehehe. Waktu itu memang terbang naik Mandala, dan alhamdulillah mereka nggak minta apa-apa tuh. Tinggal muncul di check-in counter dan masuk aja. Have a safe trip ya!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: